Prologue
Jurnal WACANA Nomor 34/2014 | Kretek sebagai Warisan BudayaKretek sebagai sebuah racikan tembakau, cengkeh, dan tambahan perisa (saus perasa) merupakan temuan dan ide atau gagasan masyarakat lokal Kudus, cermin sistem pengetahuan yang kemudian diturunkan dari generasi ke generasi dan menjadi mata pencaharian yang penting bagi masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. Ditemukannya racikan kretek untuk pertama kali berdasarkan sumber lisan masyarakat Kudus pada akhir abad ke-19 menunjukkan bahwa usia kretek kini lebih dari 125 tahun. Artinya, usia kretek telah mencapai, bahkan melebihi, batas 50 tahun sebagai syarat ditetapkannya sebuah benda/tak benda menjadi warisan budaya berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Racikan tembakau, cengkeh, dan perisa merupakan sistem pengetahuan lokal yang sangat berharga. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya yang manual.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Suspendisse varius enim in eros elementum tristique. Duis cursus, mi quis viverra ornare, eros dolor interdum nulla, ut commodo diam libero vitae erat. Aenean faucibus nibh et justo cursus id rutrum lorem imperdiet. Nunc ut sem vitae risus tristique posuere.
Vivamus suscipit tortor eget felis porttitor volutpat. Curabitur arcu erat, accumsan id imperdiet et, porttitor at sem. Vestibulum ac diam sit amet quam vehicula elementum sed sit amet dui. Donec rutrum congue leo eget malesuada.
Pellentesque in ipsum id orci porta dapibus. Sed porttitor lectus nibh. Nulla quis lorem ut libero malesuada feugiat. Mauris blandit aliquet elit, eget tincidunt nibh pulvinar a. Donec rutrum congue leo eget malesuada.
Read the Full Book
Register for a free membership to continue reading Kretek sebagai Warisan Budaya and gain unlimited access to our entire library.
Continue Reading
Secure & Ad-Free Experience