Prologue
Saya ingin sekali berkenalan dengan seorang "gadis modern", yang berani, yang dapat berdiri sendiri, yang menarik hati saya sepenuhnya, yang menempuh jalan hidupnya dengan langkah cepat, tegap, riang dan gembira, penuh semangat dan keasyikan, gadis yang selalu bekerja tidak hanya untuk kepentingan dan kebahagiaan dirinya sendiri saja, tetapi juga berjuang untuk masyarakat luas, bekerja demi kebahagiaan sesama manusia. Hati saya menyala-nyala karena semangat yang menggelora akan zaman baru ... Sudah sejak saya masih kanak-kanak, ketika kata "emansipasi" belum ada bunyinya, belum ada artinya bagi telinga saya, dan tulisan serta karangan mengenai hal itu jauh dari jangkauan saya, timbul dalam diri saya keinginan yang makin lama menjadi makin kuat yaitu keinginan akan kebebasan, kemerdekaan, berdiri sendiri. Keadaan yang berlangsung di sekeliling saya, yang mematahkan hati saya dan membuat saya menangis karena sedih yang tak terhingga, membangunkan kembali keinginan itu. Pengantar Penerjemah Buku ini adalah terjemahan dari buku Door Duisternis Tot Licht yang merupakan kumpulan surat R.A. Kartini kepada temantemannya terutama orang-orang Belanda. Kumpulan surat ini pertama kali diterbitkan oleh Mr. J.H. Abendanon pada tahun 1911. Semula yang akan dipakai untuk terjemahan ini buku cetakan yang kelima2, cetakan terbaru, tetapi karena rencana penerbitan ulang tersebut mengalami keterlambatan sehubungan dengan sesuatu hal, maka diputuskan menerjemahkan buku cetakan keempat3. Sementara itu cetakan kelima terbit dengan memuat surat-surat baru dan bagian-bagian surat yang melengkapi suratsurat yang telah ada dalam cetakan keempat. Semua surat baru ini diterjemahkan dan disusun berurutan menurut tanggalnya di antara surat-surat yang telah ada yang disusun berurutan juga. Di beberapa surat terdapat bagian-bagian yang sama, karena surat-surat itu ditujukan kepada beberapa orang. Bagianbagian yang sama itu menunjukkan kegembiraan, keprihatinan dan perhatian besar Kartini terhadap persoalan yang diulangulang. Karena itu semua surat diterjemahkan lengkap. Dengan demikian lebih mudahlah dapat diikuti apa yang dengan gigih diperjuangkan atau ingin dilaksanakan Kartini. Dan dengan demikian, dapat pula diikuti perkembangan jiwa seorang gadis berumur 20 tahun yang mulai mencurahkan pikirannya tentang bangsanya dan untuk bangsanya itu sampai dia menjadi seorang ibu pada usia 25 tahun. Di samping surat-surat Kartini, dalam terjemahan ini disertakan lampiran-lampiran untuk menambah pengertian yang lebih jelas mengenai beberapa peristiwa dalam surat-surat itu. Terjemahan kumpulan surat ini diberi judul yang berbeda dari judul asli “Door Duisternis Tot Licht” yang sudah dialihbahasakan menjadi “Habis Gelap Terbitlah Terang” yang memang sesuai dengan semangat zaman politik etis dulu, tetapi dirasakan tidak sesuai lagi untuk zaman sekarang. Bangsa Jawa dalam subjudulnya yang asli diganti dengan “bangsanya”, karena jika diteliti, walaupun Kartini hampir selalu menyebutkan bangsa “Jawa”, namun yang didambakan itu adalah kemajuan seluruh bangsa Indonesia juga. Dalam terjemahan ini nama-nama orang ditulis menurut ejaan aslinya atas dasar pertimbangan bahwa nama itu merupakan milik pribadi, sedangkan ejaan nama kota dan lain-lainnya telah disesuaikan dengan Ejaan Yang Disempurnakan. Nama “Betawi” dan “Hindia Belanda” tidak diganti untuk mempertahankan keaslian suasana pada masa itu. Nama majalah, buku dan lainlain yang terasa asing bagi pembaca sekarang diberi terjemahan harfiahnya di antara kurung untuk memberi gambaran tentang arti kata-kata itu. Sebagian dari foto-foto yang dimuat kami peroleh dari “koleksi Kartini” KITLV (Koninklijk Institut voor Taal -, Land – en Volkenkunde) Leiden, sebagian lagi merupakan reproduksi dari Door Duisternis Tot Licht dan Meer Licht over Kartini, salah satu di antaranya, reproduksi dari harian Kompas dengan izin dari ibu R.A. Soesalit (Menantu R.A. Kartini) dan sebagian lagi adalah pengambilan kami sendiri dalam kunjungan ke kecamatan Mayong, kabupaten Jepara dan Rembang. Akhirnya kami ucapkan terima kasih kepada kementerian Cultuur Recreatie en Maatschappelijk Werk di Den Haag, yang atas saran Drs. Rob Nieuwenhuys dan melalui Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Jakarta melimpahkan kepercayaan kepada kami untuk menerjemahkan kumpulan surat Kartini yang merupakan dokumentasi penting bagi bangsa Indonesia pada umumnya, kaum perempuan pada khususnya. Selanjutnya kepada Bapak Drs. Rob Nieuwenhuys sendiri kami sampaikan terimakasih yang tak terhingga atas bantuannya berupa buku “Door Duisternis Tot Licht” cetakan kedua dan keempat (surat-suratnya sama, hanya kata pengantar cetakan keempat lebih luas), artikel-artikel, saran-saran dan nasihat yang sangat berharga serta bahan riwayat hidup sebagian besar sahabat-sahabat pena Kartini. Materi pendukung lain guna lebih memudahkan terjemahan ini dilengkapi oleh anggota staf “Documentatie Geschiedenis Indonesie” dari Ko...
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Suspendisse varius enim in eros elementum tristique. Duis cursus, mi quis viverra ornare, eros dolor interdum nulla, ut commodo diam libero vitae erat. Aenean faucibus nibh et justo cursus id rutrum lorem imperdiet. Nunc ut sem vitae risus tristique posuere.
Vivamus suscipit tortor eget felis porttitor volutpat. Curabitur arcu erat, accumsan id imperdiet et, porttitor at sem. Vestibulum ac diam sit amet quam vehicula elementum sed sit amet dui. Donec rutrum congue leo eget malesuada.
Pellentesque in ipsum id orci porta dapibus. Sed porttitor lectus nibh. Nulla quis lorem ut libero malesuada feugiat. Mauris blandit aliquet elit, eget tincidunt nibh pulvinar a. Donec rutrum congue leo eget malesuada.
Read the Full Book
Register for a free membership to continue reading EMANSIPASI and gain unlimited access to our entire library.
Continue Reading
Secure & Ad-Free Experience