Dunia Forensik Itu Lucu (Sebuah Rekam Jejak dr. Munim Idries, Sp.F)
Book Cover

Dunia Forensik Itu Lucu (Sebuah Rekam Jejak dr. Munim Idries, Sp.F)

by Tofik Pram

Est. 6h 51m 197 Pages 203 reading now
Prologue
Buku dengan judul Dunia Forensik ItuLucu: Sebuah Rekam Jejak dr. Abdul Mun’imIdries, Sp.F merupakan buku yang men-jelaskan berbagai cerita tentang kiprah dokterforensik terkemuka Indonesia dr. Mun’imIdries dalam rentang waktu 40 tahun pengab-diannya. Buku ini mengisahkan banyak ceritayang belum pernah diungkapkan ke publik.Buku yang bergenre semibiografi ini memilikimutu yang tinggi karena ditulis sebelum dr.Mun’im Idries menghadap sang Khalik.Terdiri atas delapan bab, buku inimampu menggali informasi dari dr. Mun’imdalam menjawab rasa kepenasaran publiktentang dunia forensik, terutama yang berka-itan dengan kasus pembunuhan atau kematian.Dengan gaya yang jernih, penulis mampumenyajikan penjelasan mengenai kiprah dr.Mun’im dalam menangani berbagai kasusforensik yang ternyata berkaitan erat dengankepribadian beliau sebagai seorang Muslim.Selain itu, latar belakang pendidikan yangdiberikan oleh orang tua terutama ayahnyayang memiliki pangkat sebagai seorang letnankolonel yang taat telah memberikan banyakkarakter positif terhadap pembentukan kepri-badian dr. Mun’im.Latar belakang penulisan buku ini pundilandasi ajaran ayahnya untuk selalu mem-buka dan mengabarkan kebenaran dalam setiapsegi kehidupan dr. Mun’im terutama hal-halyang menyangkut kasus yang dita-nganiolehnya. Walaupun begitu, demi mem-pertimbangkan situasi dan melindungi ma-syarakat lebih luas, dr. Mun’im sempatmemilih untuk menyimpan hal tersebut dalamwaktu yang lama.Hingga pada akhirnya, besarnya rasatanggung jawab kepada masyarakat untuk me-ngungkap kebenaran serta didorong saran-saran dari seorang kolega, dua buku yangmenceritakan situasi dan kondisi belakanglayar dari aktivitas dunia forensik yang dige-lutinya dapat terungkap juga ke tengahkhalayak.Buku yang pertama ditulis sendiri olehdr. Mun’im Idries dengan judul Indonesia X-Files, Mengungkap Fakta dari Kematian BungKarno sampai Kematian Munir, dan bukukedua dengan judul Dunia Forensik Itu Lucu:Sebuah Rekam Jejak dr Abdul Mun’im Idries,Sp.F, ditulis oleh Tofik Pram ber-dasarkancerita dari dr Mun’im.Dari kisah dalam buku, terungkap bah-wa dalam menangani kasus-kasus kematian dr.Mun’im sering harus berhadapan dengansituasi dilematis untuk menjelaskan hasilpemeriksaan forensiknya kepada masyarakat.Anggapan umum masyarakat tentang logikakeliru yang menyangkut apa yang disebut etisatau merasa tidak enak hati sering terjadi.Saat ini etika sering diartikan sebagai takenak hati. dr. Mun’im selalu menjunjung tinggikeyakinan bahwa penjelasan yang diberikanmengenai hasil pemeriksaannya harusdisampaikan secara benar dan beretika.Menurut dr Mun’im beretika adalah me-lakukan segala sesuatu berdasarkan peraturandan menerapkannya dengan jujur. Jika salahharus dikatakan salah dan jika benar harusdikatakan benar. Sering karena tidak enak hatiatau sering disebut sungkan kepada seseorang,sebuah fakta harus dikaburkan bahkandihilangkan.Dr. Mun’im mengungkapkan bahwaberetika adalah ketika dia mampu menyam-paikan hasil pemeriksaan dengan apa adanyasesuai dengan hasil pemeriksaan dan obser-vasi ilmiah, meskipun hal tersebut harusmelibatkan nama-nama besar seperti pejabat.Ketika keterangan forensik memperkuat indi-kasi keterlibatan si pejabat, hasil yangdiperoleh harus disampaikan sejujurnya. Apa-bila kebenaran ditutupi karena merasa takutatau tak enak hati, itulah yang menurut dr.Mun’im justru yang dikategorikan melanggaretika.Dalam sebuah cerita, pemahamantentang etika yang salah menyebabkan dr.Mun’im pernah dituntut sebesar dua miliyarrupiah. Ketika itu dr. Mun’im harus membukahasil pemeriksaan forensik kematian seorangaktivis yang awalnya diduga dibunuh karenakepentingan politis. Hasil visum yang dilaku-kan dr. Mun’im bersama juniornya yang disi-arkan kepada pers menunjukkan fakta yangdipandang keluarga korban sebagai aib yaitukondisi dubur dan vagina korban sudah rusaksejak lama, jauh sebelum terbunuh. Publikasitersebut dianggap oleh keluarga korban seba-gai upaya menyebarkan aib.Akan tetapi, dr. Mun’im memiliki pen-dirian bahwa penyiaran fakta itu adalah untukkepentingan umum dan tidak bermaksud untukmencemarkan nama baik siapa pun. Dr.Mun’im merasa benar karena denganmenyiarkannya ke publik ia hanya berupayauntuk meluruskan berita yang sebelumnyaberedar bahwa si gadis adalah seorang sukare-lawan yang membela korban kekerasan Mei1998, kemudian diteror, diperkosa, dan di-bunuh.Pemeriksaan dr Mun’im dan koleganyajustru tidak menemukan fakta-fakta forensikbahwa pembunuhan itu dilatarbelakangipermasalahan politik. Namun, menurut orangtua korban keterangan visum dr. Mun’im samasaja dengan mengatakan korban yang masihduduk di bangku SMA itu telah melakukanaktivitas seks bebas dan bahkan melakukananal seks. Berdasarkan hal itu dr Mun’imdituntut sebesar dua miliar rupiah. Untu...
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Suspendisse varius enim in eros elementum tristique. Duis cursus, mi quis viverra ornare, eros dolor interdum nulla, ut commodo diam libero vitae erat. Aenean faucibus nibh et justo cursus id rutrum lorem imperdiet. Nunc ut sem vitae risus tristique posuere.

Vivamus suscipit tortor eget felis porttitor volutpat. Curabitur arcu erat, accumsan id imperdiet et, porttitor at sem. Vestibulum ac diam sit amet quam vehicula elementum sed sit amet dui. Donec rutrum congue leo eget malesuada.
Pellentesque in ipsum id orci porta dapibus. Sed porttitor lectus nibh. Nulla quis lorem ut libero malesuada feugiat. Mauris blandit aliquet elit, eget tincidunt nibh pulvinar a. Donec rutrum congue leo eget malesuada.

Read the Full Book

Register for a free membership to continue reading Dunia Forensik Itu Lucu (Sebuah Rekam Jejak dr. Munim Idries, Sp.F) and gain unlimited access to our entire library.

Continue Reading

Secure & Ad-Free Experience