Prologue
"Sebagai pendorong kereta di pabrik sutra dengan upah yang sangat rendah, Xu Sanguan mencoba mencari tambahan uang dengan sering menjual darahnya. Ia berjuang menafkahi istrinya dan tiga putranya di masa Revolusi Kebudayaan, tanpa menghiraukan nyawanya semakin terancam. Ia terguncang ketika mengetahui putra kesayangannya ternyata terlahir sebagai hasil perselingkuhan antara istrinya dan seorang tetangga. Kewibawaannya tercederai, sementara istrinya dihukum oleh masyarakat sebagai pelacur. Meskipun kemiskinan dan pengkhianatan rezim Mao telah memeras habis segalanya, Xu Sanguan akhirnya menemukan kekuatan dalam ikatan darah keluarganya. Dengan intensitas emosional yang luar biasa, penggambaran tempat dan waktu apa adanya yang mencekam, serta pemahaman yang sangat jelas, Yu Hua mengisahkan seorang laki-laki yang akrab dengan kehidupan yang sulit setiap harinya.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Suspendisse varius enim in eros elementum tristique. Duis cursus, mi quis viverra ornare, eros dolor interdum nulla, ut commodo diam libero vitae erat. Aenean faucibus nibh et justo cursus id rutrum lorem imperdiet. Nunc ut sem vitae risus tristique posuere.
Vivamus suscipit tortor eget felis porttitor volutpat. Curabitur arcu erat, accumsan id imperdiet et, porttitor at sem. Vestibulum ac diam sit amet quam vehicula elementum sed sit amet dui. Donec rutrum congue leo eget malesuada.
Pellentesque in ipsum id orci porta dapibus. Sed porttitor lectus nibh. Nulla quis lorem ut libero malesuada feugiat. Mauris blandit aliquet elit, eget tincidunt nibh pulvinar a. Donec rutrum congue leo eget malesuada.
Read the Full Book
Register for a free membership to continue reading Kisah Seorang Pedagang Darah - Chronicle of a Blood Merchant and gain unlimited access to our entire library.
Continue Reading
Secure & Ad-Free Experience