Prologue
Baurban memeluk Pinkala erat-erat. Pinkala pun membalas pelukan ayahnya tak kalah erat. Pinkala menitikkan air mata, karena harus meninggalkan ayah tercintanya. Tak buang waktu lagi, Pinkala segera keluar dari toko lewat pintu belakang dan mengambil kuda miliknya. Selanjutnya, dia memacu kudanya dengan kencang tanpa menoleh ke belakang lagi. Dia berharap tidak menabrak sesuatu atau seseorang, karena kabut yang begitu tebal ini.Bersamaan dengan itu, terdengar derap kaki kuda yang berlari menembus kabut menuju Toko Roti Whitewood. Semua orang menyingkir saat sosok wanita bergaun biru dengan rambut putih tergerai dan mahkota dari es di kepalanya, muncul dari balik kabut yang mulai menipis. Wajahnya pucat, bibirnya merah delima, matanya menatap tajam dengan iris berwarna bening bak kristal. Semua orang tahu siapa adanya wanita berwajah kejam ini. Dialah Lazu, Sang Peri Danau Biru. Peri yang dibuang oleh penguasa daratan Anlontso, ratu para peri, Azmaer."Whitewood!!!" wanita itu memanggil nama Whitewood dengan sangat keras, hingga semua orang tersentak kaget."Aku di sini, Lazu," Baurban keluar dari kerumunan, "ada apa gerangan Peri Danau Biru sudi singgah di kota Swanigra ini?"Tanpa turun dari kuda putihnya, Lazu membentak Baurban, "jangan berlagak bodoh kau, Baurban! Aku datang untuk menagih janjimu tujuh belas tahun yang lalu."
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Suspendisse varius enim in eros elementum tristique. Duis cursus, mi quis viverra ornare, eros dolor interdum nulla, ut commodo diam libero vitae erat. Aenean faucibus nibh et justo cursus id rutrum lorem imperdiet. Nunc ut sem vitae risus tristique posuere.
Vivamus suscipit tortor eget felis porttitor volutpat. Curabitur arcu erat, accumsan id imperdiet et, porttitor at sem. Vestibulum ac diam sit amet quam vehicula elementum sed sit amet dui. Donec rutrum congue leo eget malesuada.
Pellentesque in ipsum id orci porta dapibus. Sed porttitor lectus nibh. Nulla quis lorem ut libero malesuada feugiat. Mauris blandit aliquet elit, eget tincidunt nibh pulvinar a. Donec rutrum congue leo eget malesuada.
Read the Full Book
Register for a free membership to continue reading Angsa Merah Muda dan Peri Danau Biru and gain unlimited access to our entire library.
Continue Reading
Secure & Ad-Free Experience