Prologue
Realisme-sosialis, yang terbungkus oleh Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat), selama ini menjadi titik sengketa yang tak ada habis-putusnya. Tapi sayang sengketa itu berlangsung tanpa ada referensi yang memadai yang menjelaskan hal-ihwal apa itu realisme-sosialis. Kerap ejekan, kemplangan, hinaan dan lecehan itu hanya didasarkan pada duga dan syak-wasangka bahwa realisme-sosialis identik dengan PKI dan PKI adalah anak jadah yang tak boleh bernafas di bumi Indonesia. Di tengah tuna-referensi tentang sastra realisme-sosialis itu, Pramoedya Ananta Toer menulis buku ini. Ia mencatat poin-poin penting ihwal sastra bergenre realisme-sosialis diserti dengan paruh-paruh perkembangan sejarah sastra Indonesia secara menarik dan memikat. Tentu saja dengan terbitnya buku ini dimaksudkan bukan untuk memperpanjang daftar cekcok dan perkelahian masa silam, melinkan untuk mengisi kekosongan wacana dalam berdealektika.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Suspendisse varius enim in eros elementum tristique. Duis cursus, mi quis viverra ornare, eros dolor interdum nulla, ut commodo diam libero vitae erat. Aenean faucibus nibh et justo cursus id rutrum lorem imperdiet. Nunc ut sem vitae risus tristique posuere.
Vivamus suscipit tortor eget felis porttitor volutpat. Curabitur arcu erat, accumsan id imperdiet et, porttitor at sem. Vestibulum ac diam sit amet quam vehicula elementum sed sit amet dui. Donec rutrum congue leo eget malesuada.
Pellentesque in ipsum id orci porta dapibus. Sed porttitor lectus nibh. Nulla quis lorem ut libero malesuada feugiat. Mauris blandit aliquet elit, eget tincidunt nibh pulvinar a. Donec rutrum congue leo eget malesuada.
Read the Full Book
Register for a free membership to continue reading Realisme Sosialis dan Sastra Indonesia and gain unlimited access to our entire library.
Continue Reading
Secure & Ad-Free Experience