Prologue
Realitas yang saya tuliskan dalam cerpen (atau novel, atau bahkan skenario) adalah 'realitas' yang saya ciptakan, saya rekonstruksi lagi, berulang-ulang, dan mencipta sesuatu--seperti yang saya maui.Kebebasan menciptakan realitas ini banyak menyelamatkan diri saya, mendapat honor, dihargai, dan leluasa: cerita tentang pacar, ibu, atau membelah laut sekalipun. Penampakan diri menjadi tipuan yang mengasyikkan, melarutkan, dan membuat betah di dalamnya.Itulah yang terjadi 35 tahun lalu, sampai sekarang, dan bisa jadi sampai impoten dalam penulisan?hanya tinggal dalam angan-angan. Maka, sangat mungkin sekali jika sebenarnya tulisan saya sama saja. Tak lebih baik antara yang sekarang atau yang dulu--kecuali mungkin teknik penulisan, itu pun hanya (soal) meletakkan titik atau koma. Kalau saya mengagumi cerpen-cerpen ini, saya bisa mengagumi diri sendiri, karena disandingkan dengan usia ketika menulis. Waktu itu bahkan mesin tulis pun tak punya.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Suspendisse varius enim in eros elementum tristique. Duis cursus, mi quis viverra ornare, eros dolor interdum nulla, ut commodo diam libero vitae erat. Aenean faucibus nibh et justo cursus id rutrum lorem imperdiet. Nunc ut sem vitae risus tristique posuere.
Vivamus suscipit tortor eget felis porttitor volutpat. Curabitur arcu erat, accumsan id imperdiet et, porttitor at sem. Vestibulum ac diam sit amet quam vehicula elementum sed sit amet dui. Donec rutrum congue leo eget malesuada.
Pellentesque in ipsum id orci porta dapibus. Sed porttitor lectus nibh. Nulla quis lorem ut libero malesuada feugiat. Mauris blandit aliquet elit, eget tincidunt nibh pulvinar a. Donec rutrum congue leo eget malesuada.
Read the Full Book
Register for a free membership to continue reading Senja yang paling tidak menarik and gain unlimited access to our entire library.
Continue Reading
Secure & Ad-Free Experience